Selasa, 03 November 2015

ANALISIS KEBIJAKAN EKONOMI POLITIK NEGARA BELGIA TERHADAP PT. DIRGANTARA INDONESIA, Oleh : Firmansyah

TUGAS EKONOMI POLITIK
ANALISIS KEBIJAKAN EKONOMI POLITIK NEGARA BELGIA TERHADAP PT. DIRGANTARA INDONESIA
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Ekonomi Politik






Disusun oleh :
Firmansyah
NIM : 41714011





PROGRAM STUDI ILMU PEMERINTAHAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Penulisan makalah ini merupakan pemaparan mengenai Analisis kebijakan Ekonomi Politik negara Belgia terhadap Perusahaan Multinasional (MNC), yang pada saat ini saya mengambil contoh Kebijakan Negara Belgia terhadap PT. Dirgantara Indonesia. Saya memang sengaja mengambil PT. Dirgantara Indonesia, alasannya adalah ingin membuktikan bahwa Indonesia juga bisa memiliki industri pesawat terbang yang Berkualitas dan mampu bersaing di Dunia Internasional.

A.      Negara Belgia
Belgia adalah Sebuah negara yang terletak di eropa bagian Barat. Negara ini merupakan negara anggota pendiri Uni Eropa dan menjadi ibu kota Uni Eropa, serta Organisasi internasional lainnya termasuk NATO. Belgia meliputi wilayah seluas 30.528 Km dan memilki populasi penduduk sekitar 10,5 juta Jiwa. Dari tinjauan Geografis, dua area terbesar dari Belgia adalah wilayah penutur bahasa Belanda- yang merupakan area dari Flandria yang ada di utara, dengan 59% dari populasi secara keseluruhan, dan wilayah penutur bahasa Perancis- terletak di bagian selatan dari daerah Walonia, dengan populasi sebesar 31%.
Daerah Ibu Kota Brussel, walaupun secara resmi memiliki dua bahasa nasional, namun pada umumnya penutur berbahasa Perancislah yang mendominasi daerah kantong ini. Keseluruhan wilayahnya berada di wilayah Flandria yang berbahasa Belanda, dan memiliki populasi sebesar 10% dari populasi keseluruhan. Namun sekelompok kecil penutur Bahasa Jerman juga tinggal di arah timur dari Wallonia. Keaneka ragaman bahasa yang dituturkan di Belgia dan sikap politik serta pertentangan kultural tergambar dalam sejarah politik dan sebuah sistem pemerintahan yang kompleks.
Belgia juga salah satu dari enam negara pendiri Masyarakat Batu Bara dan Baja Eropa pada 1951 serta Masyarakat Ekonomi Eropa dan Masyarakat Energi Atom Eropa pada 1957. Belgia menjadi tempat markas NATO dan bagian utama lembaga-lembaga dan administrasi Uni Eropa, termasuk Komisi Eropa, Dewan Uni Eropa dan sesi istimewa dan komite Parlemen Eropa, seperti bagian administrasinya.
Keadaan ekonomi Belgia, Uni Eropa melaporkan bertambahnya anggaran pekerjaan dan minimnya kenaikan suku bunga sangat mengkhawatirkan kondisi Belgia. Belgia adalah salah satu negara yang menerapkan sistem gaji sesuai inflasi tahunan yang terjadi di negara tersebut.  Reformasi ekonomi sangat diperlukan guna mempertahankan ekonomi Negara.
Adapun gambaran umum Negara Belgia adalah sebagai Berikut : 
 Ibu kota                                  : Brussels
metropolitan area terbesar       : Brussels Capital Region
Bahasa resmi                           : Belanda, Perancis, Jerman
Demonim                                : Belgian
Pemerintahan                          : Parlementer dan Monarki Konstitusional
Raja                                         : Albert II
Perdana Mentri                       : Sementara masih resesi (September 2010)
Revolusi Belgia
Dideklarasikan                        : 4 Oktober 1830
Diakui                                     : 19 April 1839
Bergabung ke UE                   : 25 Maret 1957
Luas total                                : 30.528 km2 (ke 139 di dunia)
Penduduk
Perkiraan 2007                        : 10,584,534
Sensus 2001                            : 10,296,350
Kepadatan                               : 344.32/km2
PDB (KKB) Perkiraan 2004
Total                                        : $316.2 milyar (ke 30 di dunia)
Per kapita                                : $31,400 (ke 13 di dunia)
Gini (2000)                              : 33 (medium) (ke 33 di dunia )
IPM (2005)                             : 0.946 (high) (ke 17 di dunia)
Mata uang                               : Euro (€)

B. PT. Dirgantara Indonesia (PERSERO)
PT. Dirgantara Indonesia (DI) (nama bahasa Inggris: Indonesian Aerospace Inc.) adalah industri pesawat terbang yang pertama dan satu-satunya di Indonesia dan di wilayah Asia Tenggara. Perusahaan ini dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. DI didirikan pada 26 April 1976 dengan nama PT. Industri Pesawat Terbang Nurtanio dan BJ Habibie sebagai Presiden Direktur. Industri Pesawat Terbang Nurtanio kemudian berganti nama menjadi Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) pada 11 Oktober 1985. Setelah direstrukturisasi, IPTN kemudian berubah nama menjadi Dirgantara Indonesia pada 24 Agustus 2000.
Dirgantara Indonesia tidak hanya memproduksi berbagai pesawat tetapi juga helikopter, senjata, menyediakan pelatihan dan jasa pemeliharaan (maintenance service) untuk mesin-mesin pesawat. Dirgantara Indonesia juga menjadi sub-kontraktor untuk industri-industri pesawat terbang besar di dunia seperti Boeing, Airbus, General Dynamic, Fokker dan lain sebagainya. Dirgantara Indonesia pernah mempunyai karyawan sampai 16 ribu orang. Karena krisis ekonomi yang melanda Indonesia, Dirgantara Indonesia melakukan rasionalisasi karyawannya hingga menjadi berjumlah sekitar 4000 orang.
Pada awal hingga pertengahan tahun 2000-an Dirgantara Indonesia mulai menunjukkan kebangkitannya kembali, banyak pesanan dari luar negeri seperti Thailand, Malaysia, Brunei, Korea, Filipina dan lain-lain.[butuh rujukan] Meskipun begitu, karena dinilai tidak mampu membayar utang berupa kompensasi dan manfaat pensiun dan jaminan hari tua kepada mantan karyawannya, DI dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 4 September 2007. Namun pada tanggal 24 Oktober 2007 keputusan pailit tersebut dibatalkan.
Tahun 2012 merupakan momen kebangkitan Dirgantara Indonesia. Pada awal 2012 Dirgantara Indonesia berhasil mengirimkan 4 pesawat CN235 pesanan Korea Selatan. Selain itu Dirgantara Indonesia juga sedang berusaha menyelesaikan 3 pesawat CN235 pesanan TNI AL, dan 24 Heli Super Puma dari EUROCOPTER. Selain beberapa pesawat tersebut Dirgantara Indonesia juga sedang menjajaki untuk membangun pesawat C295 (CN235 versi jumbo) dan N219, serta kerja sama dengan Korea Selatan dalam membangun pesawat tempur siluman KFX.

Produksi
Pesawat Sayap Tetap
N-2130, Proyek Dihentikan karena krisis finansial Asia 1997
N-250 (Tahap uji terbang prototype)
NC-212
CN-235
N-219
N-245, pengembangan dari CN-235 dengan peningkatan kapasitas pesawat.
Sikumbang produksi era Nurtanio
Belalang produksi era Nurtanio
Kunang produksi era Nurtanio
Gelatik produksi era LAPIP lisensi dari CEKOP Polandia (sekarang dikenal dengan nama PZL)

Komponen pesawat (sebagai sub-kontraktor pabrikan luar negeri)
Komponen sayap dari Boeing 737
Komponen sayap dari Boeing 767
Komponen sayap dari Airbus A320
Komponen sayap dari Airbus A330
Komponen sayap dari Airbus A340
Komponen sayap dari Airbus A380
Komponen sayap dari Airbus A350
Komponen ekor dari Sukhoi Superjet 100




Helikopter
NBO 105 dipergunakan secara luas di Indonesia, lisensi dari MBB Jerman. Dihentikan sejak juli 2011.
NBK 117
NBell 412 lisensi dari Bell Helicopter, AS
NAS 330 Puma lisensi dari Aerospatiale, Perancis
Eurocopter 332 Super Puma Pengembangan dari Puma, lisensi dari Eurocopter, Perancis
Eurocopter Fennec pengganti NBO 105.
Eurocopter Ecureuil pengganti NBO 105.
Eurocopter EC725
Tailboom dan fuselage dari EC 725 dan EC 225

Lainnya
SUT Torpedo
Turbin Uap 2 MW oleh PT Nusantara Turbin Propulsi (anak perusahaan PT. DI)
Turbin Uap 4 MW oleh PT Nusantara Turbin Propulsi (anak perusahaan PT. DI)
Hovercraft.

Adapun gambaran umum PT.Dirgantara Indonesia adalah sebagai Berikut :
PT Dirgantara Indonesia (Persero)
Jenis                     : BUMN / Perseroan Terbatas
Industri/jasa           : Dirgantara dan Pertahanan
Didirikan               : - PT. Industri Pesawat Terbang Nurtanio Jakarta,
23  gustus 1976
- PT. Industri Pesawat Terbang Nusantara Jakarta, Indonesia 11 Oktober 1985
- PT. Dirgantara Indonesia Bandung, Indonesia 24 Agustus 2000
Kantor pusat          : Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Tokoh penting        : Budi Santoso
Produk                  : - Pesawat komersial
- Pesawat militer
- Komponen pesawat
- Servis pesawat
- Pertahanan
Pemilik                  : Pemerintah Indonesia
Karyawan              : 3.720 (2004)
Anak perusahaan    : - IPTN North America, Inc
- PT Nusantara Turbin & Propulsi
- PT General Electric Turbine Service
Situs web               : indonesian-aerospace.com




BAB II
PEMBAHASAN

Faktor yang menyebabkan Negara Belgia melakukan kebijakan kerja sama ekonomi dibidang pesawat terbang dengan PT. Dirgantara Indonesia adalah karena Selain memproduksi pesawat terbang, PT DI juga membuat komponen dan jasa perawatan pesawat atau helikopter dari berbagai jenis, dan juga peminat pesawat Buatan PT. Dirgantara Indonesia sangat banyak, selain itu mampu menyaingi Produk Boing dan Airbus karena Kualitasnya yang Modern dan Berkualitas. Berdasarkan keterangan dari Direktur PT. Dirgantara Indonesia, kerjasama dengan perusahaan dari Belgia itu akan meluaskan lokasi pemasaran CN235 ke pasar global. Sebab AD Trade Belgium Company memiliki cakupan pemasaran yang luas ke berbagai negara yang belum dijamah PT DI. Hal ini merupakan suatu keuntungan bagi negara Belgia karena Produksi pesawat terbang yang dibuat oleh PT. Dirgantara Indonesia Mampu menyaingi perusahaan Industri Pesawat Terbang Internasional walaupun masih tergolong baru berkembang tertapi sangat banyak peminatnya.
Perusahaan penerbangan asal Belgia, AD Trade, telah menandatangani kontrak pembelian satu unit pesawat CN-235 buatan PT Dirgantara Indonesia (DI) di Jakarta. Kontrak pembelian pesawat ini senilai 22 juta dollar AS hingga 23 juta sollar AS, dan ini pesawat ke empat. Sebelumnya sudah membeli tiga dari kita," kata Direktur Utama PT DI Budi Santoso, Kamis (6/11/2014). CN-235 yang dibeli Belgia tersebut merupakan pesawat multifungsi mulai dari kemampuan militer, evakuasi medis, patroli maritim, hingga pengiriman barang. Budi menambahkan, keunggulan lain dari pesawat ini ialah mampu mendarat pada landasan yang tidak terlalu baik, sehingga banyak pembeli berasal dari Asia dan Afrika. Alasan lain mengapa Belgia memilih kebijakan kerja sama ekonomi dengan karena PT DI perlahan tetapi pasti semakin diminati oleh dunia dan bisa terus berlanjut di masa mendatang.

BAB III
PENUTUP

1.    Kesimpulan
             Belgia Belgia merupakan salah satu dari enam negara pendiri Masyarakat Batu Bara dan Baja Eropa pada 1951 serta Masyarakat Ekonomi Eropa dan Masyarakat Energi Atom Eropa pada 1957. Belgia menjadi tempat markas NATO dan bagian utama lembaga-lembaga dan administrasi Uni Eropa, termasuk Komisi Eropa, Dewan Uni Eropa dan sesi istimewa dan komite Parlemen Eropa, seperti bagian administrasinya. Negara Belgia Menjalin kebijakan penerimaan PT. Dirgantara Indonesia sebagi produksi pesawat terbang dikarenakan Selain memproduksi pesawat terbang, PT DI mampu membuat komponen dan jasa perawatan pesawat atau helikopter dari berbagai jenis, dan juga peminat pesawat Buatan PT. Dirgantara Indonesia sangat banyak, selain itu mampu menyaingi Produk Boing dan Airbus dan memiliki teknologi Modern dan Berkualitas, sedangkan AD Trade Belgium Company memiliki cakupan pemasaran yang luas dan Global sehingga dalam hal ini terjadi hubungan yang saling menguntungkan, hal ini juga akan menambah investasi di Negara Belgia karena Pesawat Buatan Indonesia Harganya tergolong Murah dan Berkualitas.


 DAFTAR PUSTAKA
https://id.wikipedia.org/wiki/Dirgantara_Indonesia. Diunggah, Rabu 04 November 2015.
https://id.wikipedia.org/wiki/Belgia. Diunggah Rabu 04 November 2015


 Semoga Bermanpaat Buat Semua Pembaca.,







Tidak ada komentar:

Posting Komentar